Artikel

Fenomena Politis Terkini Adalah Salah Satu Bukti Kesaktian Pancasila?

Published

Sumber Gambar: matakota.id

Kesaktian Pancasila bagi bangsa ini tidak perlu diragukan lagi. Siapapun perongrong Pancasila pasti akan berakhir tragis dan mengenaskan. DI/TII, PKI dan sebagainya sebagai contohnya.

Hebatnya, akhir-akhir ini kita dipertontonkan peristiwa baru yang menunjukkan betapa saktinya Pancasila kita. Kelompok pegiat Khilafah yang awalnya ingin mengganti Dasar Negara dengan Sistem baru yang mereka inginkan, tiba-tiba berubah menjadi pejuang kemurnian Pancasila dan NKRI. Ini jelas peristiwa yang luar biasa nggumuni dan mengagetkan.

Hebatnya lagi, Mereka yang dulunya anti demokrasi, sekarang tiba-tiba berubah menjadi pejuang demokrasi yang sangat luar biasa. Pejuang demokrasi yang jauh lebih hebat ketimbang pemikir dan penegak demokrasi yang paling sepuh sekalipun di Republik ini.

Sungguh fenomena yang luar biasa dahsyat. Semoga saja mereka tetap menjadi pejuang demokrasi, toleransi, dan utamanya Pancasila dan NKRI selamanya.

Walaupun saya sudah cukup mampu membaca mulai kasus Ahok, ujung-ujungnya dapat ditebak, yaitu pelengseran Jokowi, Penghancuran partai-partai pendukung Jokowi, dan terakhir pasti ingin menerapkan sistem Khilafah di Indonesia. Minimal Indonesia Bersyariah. Tetap saja fenomena politis terakhir sangat mengagetkan bagi saya.

Saya harus mengacungi jempol bahwa gerakan yang semula anti demokrasi, anti Pancasila dan sangat ingin menegakkan Khilafah, bisa begitu cepat berubah arah ideologi secara berlawanan. Ini perubahan arah tiba-tiba yang tidak sembarangan orang ataupun kelompok mampu melakukannya.

Kalau dalam film-film silat Hongkong, ini seperti jurus ular cobra. Jurus yang lebih cepat gerakanya ketimbang jurus monyet melempar buah dari Wiro Sableng.

Yang membuat saya semakin kagum adalah, kemampuan mereka mengubah arah atapun ber-kamuflase, namun dalam memanfaatkan momentum untuk menghantam lawan politik dengan perubahan arah yang teramat sangat tiba-tiba tersebut. Momentum itu adalah Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila​ (RUU HIP).

Prev1 of 2