Artikel

Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia Tidak Berdaya di Suriah

Published

Sistem Pertahanan Udara Buatan Rusia Tidak Berdaya di SuriahBeberapa waktu yang lalu, Suriah telah mendapatkan dukungan Sistem Pertahanan Udara (air defence system​ - ADS) terkini dari Rusia. Namun,...

Beberapa waktu yang lalu, Suriah telah mendapatkan dukungan Sistem Pertahanan Udara (air defence system – ADS) terkini dari Rusia. Namun, ternyata tidak berdaya sama sekali ketika jet-jet tempur Turki menghancur-leburkan kekuatan militer Assad di Idlib.

Sebelumnya, wilayah udara Suriah di acak-acak dan aset-aset militer dihancur-leburkan oleh jet-jet tempur Israel. Nyaris tidak ada pembalasan sama sekali, dan bahkan sebelumnya rudal anti pesawat menghantam pesawat intai milik Rusia.

Semua crew dan personil mililter di pesawat naas tersebut tewas seketika. Dan itu terjadi ketika Suriah telah menerima Sistem Pertahanan Udara S-300.

ADS buatan Rusia ini adalah di klaim salah satu yang tercanggih, hanya kalah satu strip dengan Sistem Pertahanan Udara S-400. Dan lagi-lagi, S-300 tidak berdaya sama sekali ketika jet-jet tempur Israel memporak-porandakan bahkan di Damskus sekalipun.

Akhir-akhir ini, rudal-rudal berjarak menengah,  jet-jet tempur F-16 dan bahkan hanya sekelas Unmanned Aerial Vehicle​ (AUV) pun milik Turki berhasil menghancur-leburkan kekuatan militer Assad di hampir seluruh Suriah. Kehancuran terparah terpusat di Aleppo dan Idlib.

Salah satu andalan pertahanan udara Suriah adalah Pantsir-S1. Sistem Pertahanan Udara buatan Rusia inipun beberapa berhasil dilumpuhkan oleh militer Turki. Payahnya, beberapa Pantsir-S1 ini dhancurkan hanya oleh UAV milik Turki.

Kalau yang menghancurkan ADS Suriah sekelas F-22 atau yang tercanggih F-35, masih bisa dimaklumi. Ini hanya sekelas F-16 dan bahkan UAV pun, ADS buatan Rusia hampir sama sekali tidak berdaya.

Ada banyak kemungkinan yang terjadi diantaranya, operator ADS tersebut tidak berpengalaman dan terlatih. Kemungkinan ini ada, namun relatif kecil sekali. Suriah sudah 9 tahun berperang secara nyata, personil militernya secara logika memiliki pengalaman tempur yang tidak main-main.

Kemungkinan berikutnya, ADS ini sebenarnya hanya nampak hebat ketika di uji cobakan.  Pada pertempuran yang sesungguhnya, Sistem Pertahanan Udara ini nyaris tidak berguna sama sekali.