Home | PRAKTEK BISNIS

- Membuat Lompatan Perubahan Bersama Allah SWT

Beberapa waktu lalu Masjoen mengikuti tabligh akbar bersama Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz mengatakan bahwa untuk membuat lompatan perubahan dalam hidup hendaknya melibatkan Allah SWT, bukan bersama  setan. Tentu kita memiliki impian-impian untuk membuat perubahan misalnya dari hina menjadi mulia, dari utang bisa lunas, dari carut marut menjadi tenteram, dari anak yang melawan ortu menjadi anak yang sholeh.

Yusuf Mansur menjelaskan bahwa perubahan yang paling dibahas adalah perubahan yang bersifat kuantum (lompatan) bukan perubahan yang biasa. Menurutnya langkah-langkah membuat perubahan kuantum, yaitu:
Pertama perubahan semua diniatkan karena Allah.
Dalam melakukan perubahan harus ada visi misi yang dikaitkan dengan Allah. Misalnya dalam membangun bisnis, maka jangan bicara omzet, tetapi kita harus punya cabang supaya kita menarik karyawan lebih banyak, dan mengajarkan Alqur’an kepada karyawan. Mislanya ingin punya mobil, niatkan karena Allah misalnya agar bisa ke masjid naik mobil, pengin ngaji agar tidak kehujanan.
Terus kalau kita membangun rumah karena Allah gimana?

Agar musholannya gedhe, bisa untuk ngaji, bisa untuk menampung anak yatim. Apapun bisa kasih visi misi, tetapi kaitkan dengan Allah SWT. Misalnya kita ingin punya maskapai penerbangan, maka niatkan agar bisa memberikan biaya haji yang flat.

Kedua perubahan harus dilakukan dengan cara-cara Allah
Yaitu perubahan dilakukan dengan cara halalan toyiban, dan perubahan dilakukan dengan ibadah dan doa.  Cara halalan toyiban, misalnya pengin mobil, maka cari rizkinya yang halal, tidak membeli mobil murah tapi bodong.

Ketiga perubahan dilakukan dengan ibadah dan doa
Kata Ustadz jika ingin perubahan amazing, maka semua bobotnya dibuat amazing (dibuat dahsyat). Bisa nggak kita pengin punya rumah yang saat ini masih ngontrak  dengan lantaran sholat dhuha 2 rakaat? Bisa, tapi ya pelan-pelan. Kalau mau cepat ya ditambah sholat dhuhanya 8 atau 12 rakaat secara konsisten. Perubahan dengan sedekah bisa nggak? Maka sedekah harus kuantum. Cara sedekah kuantum yaitu, tabungan dan dompet dikosongin lalu sedekahkan semua, kata Ustadz.

Kata Ustadz konsep sedekah juga bisa dibuktikan metodologi. Mengapa? Karena secara metodologi bisa diteliti, apakah hal ini secara kebetulan atau sebuah metodologi, yaitu apabila sedekah dilakukan tahap demi tahap, maka hasilnya relatif sama. Sedekah memang bukan satu-satunya jurus, akan tetapi ada berbagi jurus, misalnya baca surat Yasiin setiap habis maghrib.

Apakah dengan seperti ini bukan malah mendorong orang tidak bekerja? Kata ustadz bukan seperti itu, tujuannya adalah untuk bukan mendorong orang untuk tidak bekerja, akan tetapi mendorong orang untuk yakin atas janji Allah SWT. Ustadz juga menegaskan bahwa ibadah dan doa harus dilakukan dengan semangat yang kuat, dan tahap berikutnya adalah lakukan perubahan itu untuk Allah SWT. Jika tahapan-tahapan bisa kita lakukan, maka insyallah kita bisa membuat lompatan perubahan ke arah yang lebih baik dan dahsyat. Amin.

 
Agustus 6, 2012 | Copyright @ Mbahwo.com | Alright Reserved.
 

RELATED ARTICLES


  • Catatan Kerja Bakti: Bersama Kita Keluarga
  • Kerja Bakti: Bersama, Kita Keluarga
  • Konsep Manajemen Perubahan Ikan Hiu
  • Hanya Pecundang Yang Mudah Menyerah
  • Situasi Paradoks Mesir Membuat Obama Serba Canggung

  • Tags: , , , , , ( Telah Dibaca: 562 Kali)

    COMMENT HERE

    Copyright © 2012 Mbahwo · RSS · Designed by Mbahwo | Proudly Using "Mbahwo CMS Platform"