Ada yang beda suasana buka puasa kali ini. Kalau biasanya Masjoen dan Pak Nur buka puasa bersama di Masjid, atau di Pondok pesantren bersama anak yatim piatu, akan tetapi buka puasa kali ini bersama pedagang pasar yang diselenggarakan di pasar tradisional. Jumat sore tanggal 5 Agustus 2012 segenap pengelola bisnis spekatakuler NJ marketing model buka puasa bersama di Pasar Berbah Kabupaten Sleman. Acara diikuti sekitar 50 pedagang yang hadir dari berbagai wilayah pasar Kabupaten Sleman dan Bantul.
Acara ini sebagai ajang silaturahmi Masjoen dan Pak Nur dengan para pedagang yang telah mengikuti bisnis marketing NJ Model selama lebih dari 1 tahun. Nampak suasana akrab terjadi dalam silaturahmi kali ini. Suasana pasar yang biasanya riuh di pagi hari, akan tetapi pada sore masih tetap ramai meskipun tidak seramai di pagi hari. Ada beberapa pedagang yang mangkal untuk menjajakan menu buka puasa.
Dalam awal pembicaraanya Masjoen juga menjelaskan tujuan dari pertemuan sore itu. Karena ada beberapa pedagang yang belum pernah ketemu langsung dengan Masjoen dan Pak Nur, maka acara tersebut kami awali dengan perkenalan pengelola bisnis ini. Di samping silaturahmi, kami juga memantau apakah sistem kami telah diaplikasikan dengan benar sesuai model yang telah kami sepakati.
Selanjutnya Pak Nur menjelaskan model bisnis NJ marketing model kepada para pedagang. Meskipun bisnis yang digagas Pak Nur dan Masjoen adalah sebuah bisnis, akan tetapi bisnis kami sangat mengedepankan nilai sosial yang ada di masyarakat. Budaya saling membantu, saling menghargai, rasa teposeliro, rasa saling percaya tentu harus terus dijaga. Sebagai sebuah model bisnis, maka apa yang kami lakukan masih tetap memberikan manfaat bagi kami baik secara finansial dan non finansial.
Untuk bisa mengikuti program penguatan modal dari kami kuncinya adalah para pedagang harus mau berkontribusi untuk sedekah, membantu tenaga pencatat dan kolektabilitas dana penguatan modal dan membantu pedagang lainnya.
Dalam acara sore itu juga ada tanya jawab yang memberikan waktu bagi pedagang pasar tradisonal untuk memberikan umpan balik terhadap bisnis yang kami kembangkan bersama pedagang tradisonal. Ibu Purwanti mengungkapkan bahwa model penguatan modal yang kami gagas sangat membantu para pedagang. Ibu Purwanti termasuk 10 orang pertama yang telah mengikuti program penguatan modal sejak Maret 2011.
Selanjutnya Ibu Nafisah salah satu pedagang di Pasar Wilayah Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa awalnya dia tidak percaya dengan model penguatan modal tanpa bunga dan tanpa agunan. Akan tetapi setelah membuktikan sendiri, ternyata memang benar bahwa bisnis kami tidak membebani pedagang dengan bunga dan memang tanpa agunan. Pak Jasimin selaku pedagang dari Kabupaten Bantul juga mengungkapkan hal yang senada bahwa program penguatan modal seperti ini sangat membantu dan layak dilanjutkan.
Dari diskusi kami kepada seluruh pedagang yang hadir pada acara silaturahmi dan buka puasa tersebut dapat kami simpulkan bahwa para pedagang sangat berharap bahwa program penguatan modal dengan model NJ marketing model ini agar terus dijalankan, karena betul-betul bisa membantu mereka dalam memperkuat usaha mereka di pasar tradisional.
Setelah masuk waktu maghrib kami langsung menikmati menu buka puasa yang telah kami persiapkan bagi para pedagang yang hadir pada sore itu. Sungguh suatu hal yang spektakuler kami bisa bertemu dengan teman-teman pedagang pasar tradisional dengan dalam bulan yang penuh berkah ini.
